Jumat, 11 Februari 2011

mushroom foods agro mandiri

JAMUR MERANG DALAM KEMASAN


Jamur merang karena secara fisik tidak bisa tahan lama maka kehadiran jamur merang yang siap untuk dimasak menjadi berarti. Bisa dibayangkan jika beli jamur merang di pagi hari dan di masak di siang hari jamur sudah pecah bahkan bisa jadi sudah rusak. Apalagi di masak pada malam hari.....Sebut saja sate jamur, jamur goreng tepung, sup jamur, pepes jamur, keripik jamur, dan banyak jenis makanan olahan lain dari jamur, kini menjadi daftar menu utama di restoran-restoran yang menyediakan menu khusus vegetarian. Di restoran dan rumah makan umum pun, menu serbajamur kini semakin banyak ditemui.

Jamur disukai tak hanya karena rasanya yang lezat. Jamur, juga dipercaya kaya manfaat. Dibanding dengan daging, jamur memang punya nilai plus tersendiri. Jika daging erat dengan masalah lemak atau kandungan kolesterol, jamur sebaliknya: bebas kolesterol serta kaya serat vitamin dan mineral. Karenanya, jamur dipercaya mampu mengobati berbagai penyakit. Jamur merang, misalnya berguna bagi penderita diabetes dan penyakit kekurangan darah, bahkan dapat mengobati kanker.

Sesuai dengan namanya, umumnya jamur ini tumbuh pada merang atau jerami padi. Jamur merang dapat dengan mudah kita temui di tumpukan jerami sehabis masa panen padi. Seusai masa panen, jamur merang akan sulit ditemui. Namun dengan cara pembudidayaan modern, kita dapat menikmati jamur merang kapan saja. Tidak tergantung musim.

Dalam pembuatan jamur merang kemasan ini, ada beberapa tahapan proses produksi, yaitu :
a. Persiapan Bahan
Proses awal yaitu, menyiapkan bahan (jamur merang) yang akan dikemas
dengan memilih jamur segar dan matang. Bahan yang kurang baik dapat digunakan untuk produk olahan lainnya. 

b. Penimbangan Bahan
Setelah penyiapan bahan jamur merang, jamur kemudian ditimbang. Tujuan     dari  penimbangan tersebut adalah untuk mengetahui jumlah jamur yang dapat dipotong oleh masing-masing kelompok pemotongan. Dari hasil penimbangan juga dapat diperkirakan jumlah produk kemasan yang dapat diperoleh selama waktu tersebut.

c.    Pencucian Bahan
Dalam proses Pengemasan  jamur merang, proses    pembersihan / pencucian awal bahan mentah di samping diperlukan untuk memisahkan  kotoran yang ada, sedapat mungkin juga dagat mengurangi jumlah mikroba awal yang perlu dipertimbangkan untuk memenuhi standar optimasi pasteurisasi. Kotoran yang perlu dihilangkan dari bahan baku jamur merang terutama adalah jerami atau kompos sisa media budidaya Jamur merang. Kotoran ini perlu dihilangkan karena banyak mengandung mikroba yang akan mempengaruhi keherhasilan proses produksi..
Pencucian jamur berlangsung dengan adanya perendaman dan pengadukan selama
kira-kira dua menit. Tujuannya adalah agar kontak bahan dengan air pencuci
dapat berlangsung dengan baik, setelah itu dilakukan penyaringan sehingga dapat
memisahkan bahan dari kotorannya. Hasil pencucian awal bahan mentah ini tidak
dapat memisahkan kotoran dengan jamurnya secara sempurna Kotoran masih ada
yang terbawa, terutama kotoran yang kecil dan yang menempel pada bagian
bonggol jamur merang.

d.    Blanching
Blansir (blanching) adalah pemanasan pendahuluan yang dilakukan terhadap bahan. Pemasakan pendahuluan pada jamur merang bertujuan untuk mengeluarkan udara dari dalam jaringan (terutama oksigen), melunakan jaringan sehingga memu-dahkan dalam proses pengisian bahan ke dalam kemasan, inaktivasi   enzim dalam jaringan bahan, dan mengurangi air dari tubuh jamur sekitar 37-43% sehingga jamur menjadi lebih ringan. Proses blansir jamur merang dilakukan dengan pemasakan daiam air panas bersuhu 98 °C .Bahan dari mesin blansir harus segera didinginkan. Tujuan dari pendinginan yang dilakukan adalah untuk mencegah tumbuhnya mikroba mesofilik atau termofilik. jumlah mikroba awal yang akan mempengaruhi keberhasilan proses pengendalian mikroba pada proses pasteurisasi.

e.  Pemasukan Bahan kedalam kemasan
Pengisian (filling) jamur ke dalam kemasan dilakukan secara manual, dengan memasukan bahan sampai kemasan teriisi penuh. Agar kebersihan bahan terjaga, maka pekerja dilengkapi dengan sarung tangan dan pemasukan ke dalam kaleng menggunakan alat khusus.


f.  Penambahan Medium pengisi 
Larutan medium yang digunakan dalam pengemasan jamur merang adalah larutan
Garam dan sitrat acid. Penambahan larutan garam ke dalam kemasan disebut brinning. larutan garam berfungsi sebagai larutan pengisi dan media penghantar panas pada waktu proses sterilisasi.

a.  Penimbangan akhir
Kemasan yang sudah diisi jamur tersebut kemudian dipindahkan ke meja penimbangan untuk diukur berat pengisiannya. Berat standar pengisian bahan ke alam kemasan tergantung dari bentuk dan ukuran jamur, serta ukuran cup yang digunakan. Penimbangan ini harus dapat memenuhi berat standar produk akhir (drain weight).

b.    Sealing
Proses sealing merupakan proses pengemasan, dimana yang telah diisi bahan ikemas dengan menggunakan alat sealer. Prinsip alat ini yaitu dengan mempress label/kemasan penutup dan dilakukan pemanasan untuk merekatkan kemasan

c.   Proses Pasterurisasi
Proses Pasteurisasi harus dilakukan secepat mungkin setelah proses Sealing untuk mencegah kesempatan mikroba memperbanyak diri. Bila holding time terlalu lama, maka jumlah mikroba awal sebelum pasteurisas akan terlalu banyak, sehingga standar proses pasteurisasi yang telah ditetapkan tidak dapat mengendalikan semua mikroba pembusuk dan patogen yang ada. Waktu dan suhu yang diperlukan untuk proses pasteurisasi adalah suhu 80 C, selama 15 menit.Pendinginan dilakukan secepatnya setelah proses sterilisasi selesai. Pendinginan bertujuan untuk mencegah pertumbuhan kembali bakteri. Produk jamur dimasukkan karton dan siap untuk dipasarkan







..... untuk mengetahui daftar harga klik di sini